A. Tentang Asilo Hermelink
- Asilo Hermelink berlokasi di Jl.
Z.A. Pagar Alam No. 18, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung,
Lampung.
- Luas areanya 2,5 hektar.
- Merupakan tanah milik keuskupan Tanjungkarang.
- Kata “ASILO” berasal dari Bahasa
Latin/Italia yang berarti tempat perlindungan atau shelter.
- Maknanya lebih tempat aman dan
nyaman bagi siapapun bukan sekedar bangunan fisik.
B.
Sejarah
& Makna Nama “Hermelink”
- Nama “Hermelink” merujuk ke Albert
Hermelink Gentiaras SCJ uskup pertama di wilayah Lampung (Tanjungkarang) dan
pimpinan misi Katolik di Lampung.
- Albert Hermelink tiba di Lampung
pada tahun 1928 dan kemudian ditahbiskan menjadi uskup pada 19 Juli 1961.
- Penamaan Asilo dengan nama
Hermelink adalah penghormatan terhadap kontribusi dan pelayanan beliau di
Lampung.
C.
Transformasi
dan Fungsi Baru
- Pada 19 Juli 2025, Mgr. Vinsensius
Setiawan Triatmojo secara resmi melaunching Asilo Hermelink sebagai pusat
kegiatan rohani maupun sosial.
- Sejak itu, kompleks ini diubah
menjadi semacam “hub” komunitas dan pelayanan dengan banyak fungsi, antara
lain:
- Laudato Si Centre (pusat gerakan
ekologis & lingkungan)
- Camping ground / area outdoor +
fasilitas pendukung kegiatan luar ruang.
- Sekretariat bersama organisasi
kemasyarakatan & komisi kepemudaan (untuk kegiatan pemuda/mahasiswa)
- “Campus Ministry” pelayanan & pembinaan iman bagi
mahasiswa & pemuda Katolik.
- Sanggar seni & budaya, sebagai
ruang kreativitas & kultural.
- Jogging track / area olahraga /
ruang terbuka hijau.
- Dapur umum / fasilitas sosial
pendukung untuk kegiatan bersama.
D.
Kegiatan
dan Peran Sosial
- Setiap hari selasa diadakan
kegiatan Selasih (Selasa Kasih), dengan menyedikan makan gratis bagi
siapapun yang hadir (pemulung, ojol, mahasiswa, dll)
- Kompleks Asilo Hermelink sudah
dipakai oleh berbagai kelompok/organisasi untuk kegiatan: misalnya pada 1
November 2025, mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila) mengadakan
pembelajaran berbasis proyek di ‘Taman Asilo Hermelink’ dengan tema aksi
lingkungan & toleransi antar-umat beragama. Di sana mereka melakukan
aksi nyata seperti penanaman pohon.
- Juga dipakai oleh Asosiasi Petani
Organik Lampung (APOL) untuk sarasehan membahas tantangan perubahan iklim
(Januari 2025).
- Tempat ini menjadi simbol
kolaborasi antara aspek keagamaan, sosial, lingkungan, pendidikan, dan
komunitas, untuk membentuk generasi muda yang peduli iman, alam, dan
masyarakat.
E.
Signifikansi
Saat Ini
- Asilo Hermelink kini berfungsi
sebagai ruang terbuka sosial dan rohani bukan hanya untuk umat Katolik,
tapi juga sebagai pusat kegiatan bersama, edukasi lingkungan, seni &
budaya, dan aktivitas komunitas.
- Menjadi contoh pemanfaatan aset
gereja untuk kepentingan komunitas luas: menggabungkan nilai spiritual,
lingkungan, sosial dan pendidikan.
- Menyediakan sarana bagi masyarakat
(terutama kaum muda, mahasiswa) di Bandar Lampung untuk beraktivitas
positif, berorganisasi, belajar, dan berkontribusi.